<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wedusireng&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://wedusireng.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wedusireng.wordpress.com</link>
	<description>memohon petunjuk Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 31 Oct 2010 08:00:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wedusireng.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wedusireng&#039;s Blog</title>
		<link>http://wedusireng.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wedusireng.wordpress.com/osd.xml" title="Wedusireng&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wedusireng.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kesaksian Mantan Gembala Gereja dan Penginjil</title>
		<link>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/kesaksian-mantan-gembala-gereja-penginjil/</link>
		<comments>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/kesaksian-mantan-gembala-gereja-penginjil/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 08:03:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedusireng</dc:creator>
				<category><![CDATA[puji tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[gembala]]></category>
		<category><![CDATA[murtad]]></category>
		<category><![CDATA[penginjil]]></category>
		<category><![CDATA[salib]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedusireng.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa &#38; sifat riya..Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net &#38; Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur &#38; berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia &#38; tidak diketahui oleh banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedusireng.wordpress.com&amp;blog=10504592&amp;post=7&amp;subd=wedusireng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadinya saya ragu untuk menuliskan kisah ini, karena saya takut terjebak dalam rasa &amp; sifat riya..Tetapi setelah membaca posting Kisah Kesaksian 4 Orang Gembala yang kembali ke agamanya masing-masing yang diposting di Yesus.net &amp; Kebenaran.net, ini merupakan sebuah pengungkapan secara jujur &amp; berani atas praktek rohani Gereja yang sebenarnya rahasia &amp; tidak diketahui oleh banyak pihak termasuk umat Kristiani sendiri.<span id="more-7"></span></p>
<p>Karena saya melihat ada upaya penyangkalan kebenaran oleh kalangan-kalangan tertentu umat Kristiani di forum diskusi agama tersebut. Demi tegaknya kebenaran &amp; agar semakin banyak domba-domba maupun gembala-gembala Kristus yang bisa menemukan jalan kebenaran Ilahi sesungguhnya, maka saya beranikan diri menulis &amp; menuturkan kisah sejati ini. Saya berharap para domba &amp; gembala Kristus yang membaca kisah ini memahami &amp; menghayati pengalaman rohani saya ini, agar bisa menemukan kebenaran Ilahi yang sejati, Jalan Tuhan yang benar &amp; tidak sesat.</p>
<p>Oleh karena itu demi penghargaan kepada umat Kristiani &amp; umat Islam, saya tidak mengutip satu ayatpun dari Alkitab &amp; Al-Qur&#8217;an. Kesaksian ini betul-betul ungkapan hati &amp; jiwa saya.</p>
<p>Saya seorang pria, dilahirkan di Manado 27 tahun yang lalu, nama saya Paulus F. Tengker, saya dilahirkan dalam tradisi keluarga penganut Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pendeta Gereja Pantekosta, kakak wanita saya tertua menikah dengan seorang penginjil Nehemia terkenal. Saya dididik untuk menjadi taat dalam beragama &amp; direncanakan papa untuk menjadi penerus tradisi keluarga, menjadi Gembala Tuhan.</p>
<p>Itulah sebabnya setamat SMA saya melanjutkan kuliah ke sebuah Sekolah  Misi Alkitab yang berlokasi di kawasan [eraser]- Surabaya. Kota Surabaya dipilih karena selain lebih dekat ke Manado, juga merupakan salahsatu kota dengan umat Kristiani yang terkemuka, banyak Gereja megah berdiri di tengah kota &amp; pekabaran gembira Cinta Kasih Tuhan Yesus mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat Jawa Timur yang mayoritas beragama Islam fanatik.</p>
<p>Selama kuliah saya juga bekerja part-time sebagai pelayan Tuhan di Gereja Nehemia &amp; Gereja Pantekosta di Indonesia Timur cabang Surabaya. Saya bekerja sebagai penyusun kisah kesaksian dari hamba-hamba Islam yang bertobat masuk Kristen. Karena kebanyakan orang-orang itu adalah orang dari desa, atau orang yang awam, beberapa diantaranya bahkan sepertinya sakit jiwa, atau para pemakai Narkoba yang masih kecanduan berat, maka saya harus menuliskan kisah kesaksian yang hebat untuk mereka.  Saya biasa menulis cerita dengan tajuk: &#8220;Hamba Tuhan yang kembali,  mantan seorang Kyai masuk Kristen, Mantan Dosen IAIN masuk Kristen&#8221; dsb.  Kisah-kisah kesaksian palsu karangan saya itu sangat sempurna sekali, bahkan hampir tak bercela, saya ahli mengutip Al-Qur&#8217;an &amp; Hadist, saya juga tahu urutan pendidikan Islam dari mulai sekolah Islam, pondok Pesantren hingga IAIN. Saya juga sering ditugaskan untuk membuatkan dokumen asli tapi palsu, ijazah palsu &amp; foto-foto palsu, untuk memberi kesan bahwa mereka  itu dulunya benar-benar bekas tokoh Islam walaupun sebenarnya bukan!. Bahkan saya juga mengajari mereka membaca Al-Qur&#8217;an yang akan dipakai untuk menohok orang-orang Islam yang sedang kami injili &amp; berusaha membantah kami.</p>
<p>Beberapa kisah kesaksian yang sudah dibukukan, beberapa diantaranya merupakan hasil karangan saya. Memang betul orang Islam yang murtad itu ada, tetapi mereka tidaklah sehebat kisah kesaksiannya, jika disebut mantan Ulama atau Mahasiswa IAIN, atau Guru Ngaji yang sekolah di Mesir, maka yang sebenarnya mereka itu adalah para pengemis, gelandangan, bekas pecandu Narkoba, wanita nakal &amp; para preman tak beragama, orang desa yang  berKTP Islam tapi berbudaya animisme didesa-desa pesisir selatan Jawa (misalnya Sukabumi &amp; Blitar).</p>
<p>Bahkan saya sering berjumpa orang-orang Islam yang dibaptis itu ternyata seumur-hidupnya hampir tak pernah shalat &amp; mengetahui ajaran Islam yang paling dasar.tapi kami harus melaporkan keberhasilan ini dengan cara yang gemilang kepada para jemaat yang telah berderma.maka kami rekayasa kisah kesaksian orang-orang lugu ini menjadi hebat &amp; canggih. Tentu para domba di Gereja akan senang kalau mendengar mantan Ulama masuk Kristen, walaupun yang bersangkutan sebenarnya Cuma bekas gelandangan buta huruf misalnya.</p>
<p>Saya jalani terus pekerjaan ini hingga tamat kuliah &amp; akhirnya saya dinobatkan sebagai pendeta muda. Karena keahlian saya ini terhitung langka, maka tugas ini tetap dipertahankan. Saya juga rajin membeli tafsir Al-Qur&#8217;an, Hadist &amp; buku-buku Islam untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Gereja mendanai setiap apapun yang berhubungan dengan pekerjaan saya. Saya menemukan bahwa sikap saling berbeda pendapat namun saling menghargai sebagai kelemahan Islam yang paling utama dalam pandangan Kristen.</p>
<p>Bahkan saya juga pernah berpura-pura belajar mengaji &amp; mengaku sebagai Islam dengan mengundang seorang Guru Ngaji ke rumah dinas saya, saya belajar ngaji hingga 1 tahun lebih &amp; Ustad itu tak pernah menyadari sampai saya tamat belajar, bahwa saya sebenarnya seorang Kristen. Berkat pengajaran dia itu saya bahkan bisa mengaji &amp; hal ini ternyata berguna sekali untuk saya sekarang ini, ketika kali ini saya dengan sesungguhnya belajar agama Islam.</p>
<p>Saya pun secara part time terkadang ikut misi penginjilan malam yang bertajuk Tuhan Berkabar di Malam Hari. Kami mendatangi tempat-tempat keremangan malam di seantero kota Surabaya, kami wartakan injil kepada para pekerja seks, ABG, wanita nakal &amp; kaum gay. Yang kami target untuk dikristenkan biasanya adalah para pekerja seks independent, para pengunjung diskotek &amp; kafe yang menyambi, baik itu gadis belia maupun para lelaki muda penjaja seks untuk kaum gay. Setiap orang yang terpilih biasanya hasil seleksi &amp; pengamatan yang teliti, tidak sembarangan orang kami target, biasanya kami telah mengawasi mereka selama kurang lebih 1 hingga 3 bulan.  Para penginjil yang aktif di sini tidak aktif dalam kegiatan Gereja apalagi memimpin kebaktian dan lain acara rohani. Sebab kami tak mau citra Gereja rusak di mata umat yang kebetulan bertemu dengan para penginjil di  tempat keremangan malam tersebut. Juga para penginjil itu tidak mengunakan seragam resmi, mereka berdandan seperti umumnya pengunjung diskotik &amp; kafe.</p>
<p>Selain itu juga para penginjil Gembala Tuhan di Malam Hari juga aktif dalam jaringan pengedaran narkoba, sebab inilah cara termudah menjerumuskan seorang umat beragama lain dalam kesesatan hidup lalu setelah mereka tersesat &amp; butuh pertolongan kamilah yang akan merangkul mereka. Apabila tidak terangkul pun, kami sudah berhasil merusak sebagian dari generasi muda Islam yang sering ke diskotik atau kafe. Mungkin para pembaca posting ini sudah membaca artikel panjang tentang Jaringan Narkoba di Jakarta di harian Kompas edisi hari Minggu tgl. 11 Maret 2001, di sana diceritakan dengan gamblang betapa penyebaran &amp; mafia narkoba sudah menyebar sangat pesat di Jakarta &amp; sulit diberantas. Betapa aparat kepolisian, TNI, pengelola tempat hiburan malam, para pengunjung &amp; mafianya bekerja sama begitu rapi.</p>
<p>Tapi ada yang kurang dari cerita itu &amp; ini sangat sulit mereka telusuri, yaitu keterlibatan Gereja dalam jaringan &amp; sindikat narkoba! Berbeda dengan para mafia &amp; Bandar yang ingin mengeruk keuntungan materi, Gereja terlibat semata untuk menjaring domba Kristus baru &amp; menyesatkan generasi muda Islam!</p>
<p>Jujur saja, kisah kesaksian bahwa para gembala Tuhan pun banyak yang memakai narkoba untuk menunjang performance mereka itu benar adanya. Narkoba itu digunakan agar para Gembala Tuhan bisa tampil percaya diri &amp;, kami sangat yakin, bahwa kondisi fly &amp; sakauw adalah kondisi dimana kami bisa kontak langsung dengan Roh Kudus!. Kisah Kesaksian yang dituturkan 4 mantan gembala itu benar adanya, saya pun tahu persis karena selaku anggota tidak tetap penginjilan malam hari, sayalah yang memasok kebutuhan mereka, saya kenal banyak dengan para Bandar Besar Narkoba di Surabaya.</p>
<p>Bahkan beberapa Bandar Besar itu adalah jemaat Gereja yang taat, donasinya bahkan ada yang melebihi nilai persepuluhan mereka. Selain menyumbang uang untuk penginjilan, mereka juga menjual Narkoba dengan harga khusus kepada Gereja untuk memasok kebutuhan para Gembala yang membutuhkan &amp; untuk diedarkan guna merusak generasi muda Islam. saya juga terkadang memakai ectassy/inneks, hanya saja saya pakai ketika menjamu para tamu Gembala Tuhan dari luar kota. Kami pun biasa ketemu &amp; ngobrol-ngobrol di beberapa pub malam terkenal yang pasti dikunjungi para Pelayan &amp; Gembala Tuhan bila berkunjung ke Surabaya. Kita punya private member di Kowloon, Club Deluxe &amp; Top Ten. Saya pernah menemani pendeta terkenal seperti; KAM Jusuf Roni (yang mantan Mubaligh &amp; tokoh Islam terkenal), Gilbert Lumoindang, &amp; Suradi Ben Abraham di pub-pub tersebut.</p>
<p>Kami bahkan pernah melakukan pembaptisan beberapa pekerja seks di private room salah satu pub terkenal itu sambl tripping!!, setelah itu kami &#8220;dating&#8221; dengan mereka, &#8220;mandi suci bersama&#8221; istilahnya. Kalau masalah skandal seks antara jemaat &amp; pendeta atau penyanyi Gereja &amp; Gembalanya, saya tak tahu persis, tapi yang saya tahu memang sewaktu menemani para Gembala Tuhan mengunjungi pub malam, pernah mereka di antaranya ditemani beberapa wanita yang dikatakannya sebagai jemaat yang minta diurapi secara khusus.</p>
<p>Selain itu saya juga aktif dalam pembinaan domba-domba baru yang kebanyakan berasal dari pedesaan &amp; para pekerja malam. Seperti diuraikan di awal kisah nyata ini. Sayalah terkadang mengajari mereka tentang Islam, tetapi tentunya yang telah kami sortir bahwa ajaran Islam itu mengakui ketuhanan Yesus misalnya. Saya juga mengajari mereka berakting untuk menunjang penampilan mereka di acara KKR atau kesaksian di Gereja. Jangan sampai mereka tidak hapal kisah nyata hasil rekaan saya sendiri lalu melenceng ke kisah nyata mereka sendiri, yang kalau ketahuan bisa berakibat fatal bagi Gereja!.</p>
<p>Khusus untuk KKR kami melatih orang-orang untuk berpura-pura lumpuh, buta, bisu &amp; berbagai penyakit lainnya, lalu pura-pura disembuhkan para pengkhotbah &amp; jemaatpun akan histeris &amp; percaya itu mukjizat. Kami pun harus menyiapkan upacara pemanggilan Roh Kudus di tempat-tempat keramat &amp; angker di Surabaya sebelum acara penyembuhan Ilahi dimulai. Terkadang ada jemaat yang di luar kendali &amp; skenario betul-betul minta diurapi, biasanya kami akan segera menahan dia dengan mengatakan: maaf pendeta sibuk, dengan kedatangan umat yang luar biasa, lain kali saja?!,</p>
<p>Biasanya para penginjil malamlah yang bertugas untuk menahan orang-orang yang di luar skenario acara, kami tidak pernah melibatkan pemuda Gereja karena mereka diluar gugus kendali komando kami. Bagi umat Kristiani atau para Gembala &amp; pelayan Tuhanpun yang tidak pernah ikut kegiatan ini akan terkejut &amp; sulit mempercayai kenyataan ini, tetapi saya beitahukan sekali lagi: SEMUA ITU BENAR-BENAR TERJADI!. Selain 4 mantan gembala itu, sayalah juga saksi hidup lainnya.</p>
<p>Mengapa Saya Masuk Islam?</p>
<p>Ketertarikan saya kepada Islam bukan dari buku-buku yang saya baca, karena buku-buku itu tak pernah saya baca dengan sepenuh hati &amp; sampai tuntas, saya hanya mencari point-point tertentu saja. Saya masuk Islam bukan setelah bertemu atau berdiskusi dengan orang Islam, karena saya selalu menganggap &amp; diajarkan oleh Gereja bahwa orang-orang Islam itu sebagai orang-orang yang hina, kotor, bodoh, terbelakang, kasar, keji, penuh tipu muslihat &amp; penuh dosa. Ajaran Islam dinyatakan sebagai ajaran sesat &amp; umatnya kalau tidak kita hinakan harus kita insyafkan, hal-hal inilah yang tertanam dalam benak saya sejak kecil hingga dewasa ini. Perlu semuanya ketahui ajaran kebencian kepada ajaran Islam &amp; umatnya ini merupakan pelajaran pokok yang diberikan kepada kader-kader umat Kristiani sejak kecil, materi ini mulai disampaikan di pengajaran sekolah minggu &amp; jika kita akan menjadi berminat menjadi penginjil atau Gembala Tuhan, pelajaran ini akan semakin diperdalam kembali.</p>
<p>Saya akhirnya masuk Islam justru setelah mengalami suatu mimpi luar biasa &amp; beberapa kejadian di keesokan harinya, yang akhirnya merubah jalan hidup saya menuju kebenaran sejati.</p>
<p>Bermula dari suatu Kamis malam, malam Jum&#8217;at tanggal 11 Januari 2001, saya bermimpi sedang berdoa di hadapan gambar Tuhan Yesus di suatu Gereja yang sangat megah, lalu datanglah Tuhan Yesus menemui saya, dengan senyum-Nya yang agung! saya bahagia sekali, ini adalah mukjizat bagi saya!. Sayapun lalu memandangi Tuhan Yesus dari ujung kaki hingga ujung rambut, sungguh mirip sekali bahkan lebih agung dibanding foto &amp; gambar Tuhan Yesus yang saya miliki. Tetapi sesaat kemudian datang menghampiri kami seorang pria berwajah Arab Palestina mirip orang Yahudi atau Israel, dia berkata: &#8220;Kalian ini siapa?&#8221;</p>
<p>Saya menjawab: &#8220;Saya seorang domba yang sedang bertemu Tuhannya!&#8221;</p>
<p>Dia bertanya lagi : &#8220;Mana Tuhannya?&#8221;</p>
<p>Tuhan Yesus menyela : &#8220;Akulah Tuhan Yesus, Juru Selamat Umat Manusia &amp; Dunia!, siapakah engkau wahai pria asing?&#8221;</p>
<p>Pria Yahudi itu berkata : &#8220;Akulah Isa Al-Masih, &amp; engkau bukanlah diriku!&#8221;</p>
<p>Saya menyela : &#8220;Wahai engkau orang Yahudi ataukah Arab, janganlah kamu berbuat begitu di hadapan Tuhanku!&#8221;</p>
<p>Pria Yahudi itu berkata : &#8220;Kalau begitu buktikanlah bahwa kamu adalah Yesus atau Isa Al-Masih sebenarnya!&#8221;</p>
<p>Tuhan Yesus berkata : &#8220;Engkau akan kujadikan domba hina karena telah menghina Tuhanmu!&#8221;</p>
<p>Lalu Tuhan Yesus memejamkan mata &amp; sungguh ajaib! dari tangannya keluar mukjizat sinar api &amp; dia menyemburkannya kepada pria Yahudi itu, pikir saya pria Yahudi itu akan binasa karena berani menghina Tuhan Yesus!.</p>
<p>Keajaiban keduapun terjadi!, pria Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih itu tak kurang apapun &amp; dia lalu tersenyum, kemudian api itu kembali menyembur kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menjerit kesakitan &amp; wujudnya tiba-tiba berubah!, kedua telinganya memanjang..dari mulutnya keluar gigi taring..&amp; dari belakang tubuhnya keluar ekor, wajahnya pun berubah mengerikan!&#8230;lalu salahsatu tangannya mendadak memegang sebuah tombak seperti garpu!&#8230;</p>
<p>TUHAN YESUS YANG SAYA LIHAT DALAM MIMPI INI BERUBAH MENJADI IBLIS..!!!. Sementara pria Yahudi itu lalu berdoa dalam bahasa seperti bahasa orang Israel, Tuhan Yesus yang telah berubah wujud menjadi Iblis itu lalu lari terbirit-birit!&#8230;Kemudian ada kejadian ajaib lainnya terjadi, Gereja  Megah tempat saya berdoa tiba-tiba menghilang, lalu berganti dengan pemandangan seperti disebuah padang pasir yang sangat tandus.</p>
<p>Saya yang kaget &amp; tak percaya melihat kejadian ini lalu dengan terbata-bata saya bertanya pada pria Yahudi ini: &#8220;Siapakah engkau sebenarnya?&#8221;</p>
<p>Pria itu menjawab : &#8220;Akulah Isa Al-Masih, hamba Allah, Rasul-Nya yang ke 24, yang oleh engkau beserta umat-umat lainnya dinyatakan sebagai Tuhan Yesus&#8221;.</p>
<p>Saya berkata : &#8220;Bukankah engkau telah mati dikayu salib &amp; telah berkorban demi menebus dosa umat manusia?&#8221;</p>
<p>Nabi Isa Al-Masih menjawab: &#8220;Bukan seperti itu kejadiannya, engkau telah diperdaya oleh Iblis &amp; para pengikutnya yang telah berusaha mencelakakanku tadi &amp; sekarang dia telah terlihat wujud aslinya&#8221;..</p>
<p>Saya berkata : &#8220;Maksud tuan, Iblis tadi itu&#8230;, jadi selama ini?..&#8221;</p>
<p>Nabi Isa Al-Masih menukas : &#8220;Sudahlah, maukah engkau tahu kebenaran Ilahi sejati?&#8221;</p>
<p>Saya menjawab : &#8220;Jika itu ada saya bersedia..&#8221;</p>
<p>Nabi Isa Al-Masih menjawab : &#8220;Tetapi untuk menemukan kebenaran sejati itu engkau harus berkorban banyak, engkau akan kehilangan pekerjaanmu, hidup miskin, kehilangan teman-temanmu, serta dibenci banyak orang?&#8221;</p>
<p>Saya menjawab : &#8220;..emmmmm&#8221; (tak bisa berkata-kata)</p>
<p>Nabi Isa Al-Masih berkata : &#8220;Ketahuilah akulah Nabi Isa Al-Masih sebagaimana yang telah aku katakan tadi, suatu saat nanti aku akan turun kembali ke muka bumi untuk meluruskan segalanya yang salah tentang aku. Janganlah engkau termasuk dalam golongan yang keliru itu, jika engkau ingin menemukan kebenaran sejati, engkau sebenarnya telah memiliki catatan-catatan kebenaran itu, tapi engkau tak membacanya dengan pikiran &amp; hatimu. Otakmu telah beku karena telah disesatkan orang-orang yang diilhami Iblis &amp; para pengikutnya. Kalau engkau mau mencari kebenaran, engkau akan menemukannya di suatu tempat, tepat esok hari dimana kamu ditempat itu mendapatkan suatu kesulitan!&#8221;</p>
<p>Lalu pria yang mengaku dirinya sebagai Nabi Isa Al-Masih itu mengucap salamnya orang Islam..kemudian pergi&#8230;sayapun lalu terbangun&#8230;.hari telah pagi&#8230;saya merenung mimpi apa itu tadi?, kesulitan apa yang akan saya alami hari ini? Hari telah tiba kembali, rupanya ini hari Jum&#8217;at tanggal 12 Januari 2001, saya pikir itu cuma sebuah mimpi saja, saya lalu ingat cerita takhayul orang Jawa, kalau Malam Jum&#8217;at pasti setan-setan itu gentayangan, mungkin saya mengalami itu barangkali..</p>
<p>Kemudian saya buka-buka buku-buku Islam yang saya miliki, tiba-tiba saja saya merasa menemukan banyak hal yang selama ini tidak pernah saya baca&#8230;.betapa pikiran saya telah dibukakan..tapi saya belum yakin betul&#8230;</p>
<p>Ketika perjalanan menuju kantor saya di sekretariat Gereja, mendadak mobil saya mogok tepat di depan sebuah Mesjid di kawasan [eraser], Surabaya, sayapun kaget, kok bisa-bisanya mogok di depan sebuah Mesjid yang saya benci? Jangan-jangan mimpi itu betul?!. Akh saya pikir ini cuma kebetulan saja jangan percaya takhayul!, namanya mogok itu bisa terjadi kapan saja pikir saya, belum hilang kaget saya, tiba-tiba ada seorang pria menghardik saya &amp; meminta dengan kasar dompet &amp; HP saya!, saya kaget, panik campur takut, lalu saya berlari ke arah&#8230;Mesjid &amp; masuk ke sana, minta tolong sama orang-orang di situ..orang yang mau menodong sayapun lalu berlari menghindari massa, rupanya waktu itu jam 11.30..mendekati jamnya shalat Jum&#8217;at, saya perhatikan sekitar saya&#8230;orang-orang berpeci, bersarung hendak shalat Jum&#8217;at..saya ini ada di mesjid&#8230;mimpi saya&#8230;pesan orang Yahudi yang mengaku sebagai Nabi Isa Al-Masih dalam mimpi itu&#8230;.saya bingung lalu saya tak sadarkan diri&#8230;.</p>
<p>Ketika tersadar..saya berada di sebuah ruangan Mesjid rupanya..&amp; ada seorang Bapak tua berpeci yang mengatakan saya tadi itu pingsan&#8230;saya lalu berdiri..tiba-tiba hati ini ingin menangis..menjerit..&#8221;Ya Tuhan!..Engkau telah menunjukkan jalan bagiku!&#8221;&#8230;Pak Tua itu kaget &amp; bertanya: &#8220;ada apa nak?&#8221;, lalu saya ceritakan semua mimpi saya tadi malam &amp; kejadian yang saya alami, juga siapa saya &amp; apa pekerjaan saya..serta perbuatan-perbuatan saya dalam usaha memerangi &amp; memperdaya agama Islam beserta umatnya.</p>
<p>Bapak Tua itu berkata: &#8220;Itu suatu petunjuk dari Tuhan bagimu, boleh percaya apa tidak, saya bukanlah seorang ahli agama yang baik&#8230;.sekarang kamu teruskan perjalanan atau pulang&#8221; Sayapun lalu pulang..menelpon Gereja bahwa saya hari ini tidak enak badan, jadi nggak masuk kerja, tapi 3 jam kemudian, sekitar jam 16.00 sore saya kembali lagi ke Mesjid itu, lalu saya melihat ada pengajian, pak tua berpeci itu memimpinnya, saya beranikan diri masuk &amp; berkata: &#8220;pak tolong yakinkan saya!..saya ingin mengetahui tentang agama Islam sebenarnya!&#8221;.</p>
<p>Disaksikan para jamaah mesjid itu, kemudian kami berdiskusi panjang lebar hingga malam hari, saya lalu pamitan pulang &amp; menyatakan pada pak tua bahwa diskusi ini belum selesai &amp; akan kami sambung esok pagi. Proses diskusi ini memakan waktu seminggu lamanya, setiap pagi sebelum berangkat kerja sekitar jam 06.00 hingga jam 08.00 pagi saya mampir ke Mesjid tersebut &amp; kamiberdiskusi Islam &#8211; Kristen. Akhirnya setelah yakin dengan seyakin-yakinnya, setelah mendapat penjelasan panjang lebar dari pak tua, dimana setiap penjelasan balik dari saya yang sangat Ilahiah &amp; Alkitabiah menurut saya, ternyata dinyatakan tidak berargumen &amp; berdasar oleh pak tua &amp; beberapa jemaatnya yang ikut hadir dalam diskusi pagi kami, terutama setelah saya mengetahui bahwa pak tua ternyata fasih &amp; hapal beberapa bagian dari Alkitab, mengetahui sejarah Gereja &amp; penulisan Alkitab, yang beliau tunjukkan dengan dokumen-dokumen Kristen asli yang dia miliki yang menurut beliau pernah diberikan beberapa penginjil sekitar 30 tahun yang lalu, yang ketika saya baca, saya terkejut karena pemaparan di buku-buku para missionaris 30 tahun lalu itu ternyata berbeda sekali dengan dokumen yang ada di Gereja sekarang yang pernah saya pelajari.</p>
<p>Saya jadi ragu &amp; bimbang, kenapa literatur agama yang dianggap sakral oleh umat Kristiani ini bisa berubah setelah 30 tahun?, terlebih setelah pak tua menunjukkan &amp; memperbandingkan versi Alkitab cetakan tahun 1960-an dengan versi Alkitab yang saya miliki (cetakan tahun 1990-an), yang mana diterbitkan oleh lembaga yang sama, kok bisa memiliki perbedaan &amp;  revisi di sana-sini tanpa penjelasan di edisi baru bahwa telah dilakukan revisi?, yang mana revisi itu ternyata bukan sekedar perubahan EYD atau tata bahasa saja, akan tetapi juga merubah makna &amp; arti ayat Alkitab itu sendiri?. Akhirnya saya yakin bahwa agama lama saya ini, Kristen memiliki banyak kelemahan &amp; merupakan suatu kesalahan sejarah, Islamlah agama penutup &amp; penggenap itu. Yang menggembirakan saya adalah agama Islam itu ternyata juga menghargai &amp; menghormati Tuhan Yesus sebagai Nabi Allah yang dimuliakan, mengakui keberadaan agama-agama terdahulu &amp; kitab-kitab sucinya. Persamaan kisah &amp; sejarah agama dalam Alkitab &amp; Al-Qur&#8217;an, yang lalu disempurnakan oleh wahyu Allah kepada Muhammad dalam Al-Qur&#8217;an, dimana semua ajaran Kristen yang dinyatakan menyimpang itu dijelaskan dengan baik dimana menyimpangnya &amp; direposisi kembali ajaran wahyu Ilahi itu secara benar dalam Islam.</p>
<p>Penjelasan Pak Tua &amp; jemaatnya ini tentu tidak saya percaya begitu saja, saya juga mencoba mengajak berdiskusi teman-teman sesama Gembala selama masa diskusi ini, tetapi jawaban rekan Gembala lain sungguh sangat menyakitkan &amp; ketus sekali, bahkan ada yang bilang saya ini kena guna-guna dari bekas Guru Ngaji saya berikut pembantu rumah dinas saya, juga pengaruh kekuatan sihir yang tersembunyi dalam buku-buku Islam yang saya miliki. Beberapa rekan dari Gereja Pantekosta bahkan menawarkan jasa untuk melakukan upacara pengusiran roh Jahat Islam di rumah saya &amp; akan mengurapi serta mensucikan buku-buku Islam yang saya miliki agar kekuatan sihirnya hilang..!..Sikap rekan-rekan Gembala ini terasa kontras &amp; tidak sepadan dengan sikap Pak Tua &amp; jemaatnya di mesjid yang sederhana itu. Saya merasa bersalah karena telah ikut dibesarkan &amp; dibina oleh lingkungan agama yang sesat..saya harus segera mengambil keputusan..setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, menimbang segala resikonya&#8230; Akhirnya sudah mantap &amp; sudah bulat tekad saya, saya akan masuk Islam&#8230;</p>
<p>Di hari Minggu tgl. 21 Januari 2001, jam 10.00 pagi, saya berikrar DUA KALIMAT SYAHADAT: ASYHADU ALLA ILAHA ILALLAH WA ASYHADU ALLA MUHAMMADARRASULULLAH SAYA BERSAKSI TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN SAYA BERSAKSI PULA BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSAN ALLAH.</p>
<p>Saya telah menjadi Islam, saya mengganti nama menjadi Rachmat Hidayat, saya tidak memakai nama keluarga Tengker lagi, karena ketika mengabarkan kepada keluarga saya di Manado bahwa saya masuk Islam, mereka murka sekali, papa menyatakan tidak akan mengakui saya sebagai anaknya, Oma bahkan mengutuk saya melarat bersama para pendosa Islam &amp; menyatakan bahwa saya telah disihir orang Islam. Lalu saya juga memperoleh surat dari keluarga yang diberikan oleh mantan pembantu saya di rumah dinas, bahwa keluarga saya sekarang tidak mengakui saya lagi &amp; menyatakan mencabut hak waris dalam marga saya &amp; saya tidak diperkenankan menyandang nama keluarga Tengker lagi. Bahkan dalam surat itu papa menyatakan jikalau saya akhirnya dianiaya atau dibunuh oleh pihak Gereja, mereka gembira karena itu merupakan  sarana penebus dosa saya kepada Tuhan Yesus.. Naudzubillah.!!!..Ya Allah..!!! maafkan keluarga saya ini.mereka berkata begini karena mereka tidak mengerti hakekat Ketuhananmu yang sesungguhnya&#8230;</p>
<p>Sekarang saya ikut bimbingan Islam di rumah pak tua berpeci yang kemudian diketahui merupakan Ustad &amp; Imam Mesjid itu. Maaf demi keamanan kami, nama Ustad, alamat Mesjid, serta tempat kost saya rahasiakan..mohon maklum.Sejak saya pindah dari rumah mewah berfasilitas lengkap plus mobil dll di kawasan elit Darmo Satelit &#8211; Surabaya, yang merupakan fasilitas buat saya dari Gereja, telah saya kembalikan ke Gereja, saya sekarang kost di sebelah rumah pak tua itu sambil belajar agama Islam. Saya juga bekerja membantu usaha kecil-kecilan milik keluarga pak tua ini, yaitu mencetak surat undangan, kop surat &amp; setting komputer.</p>
<p>Insya Allah kalau ada modal (sekarang saya berencana bersama salah seorang anak pak tua ini untuk mengajukan kredit usaha kecil di BRI &#8211; Surabaya), mau buka usaha percetakan yang lebih permanen. Sekarang saya sambil kerja belajar &amp; memperdalam agama Islam. Kalau pagi sampai sore saya ada di studio kecil tempat saya bekerja, malamnya belajar ilmu agama &amp; silat tradisional. Kata pengajarnya saya perlu belajar ilmu bela diri karena tak mungkin para pemuda kampung selalu mengawal saya. Saya mendengar dari bekas teman akrab di Gereja &amp; yayasan (namanya saya rahasiakan juga demi keselamatan diri mereka), sangat solider dengan merahasiakan keberadaan saya, (walau pihak Gereja terus-menerus mendesaknya), mereka bercerita tentang usaha Gereja untuk melaporkan ke polisi bahkan memeja hijaukan saya, dengan tuduhan: &#8220;Kasus Pencurian Mobil!&#8221;, padahal semua orang di Gereja tahu &amp; banyak saksinya termasuk warga kampung tempat saya kost yang mengantar saya ketemu dengan pihak Gereja waktu serah terima itu, semua inventaris Gereja termasuk mobil sudah saya kembalikan &amp; ada tanda terimanya. Demikian juga urusan keuangan &amp; kas Gereja, semua sudah clear &amp; pihak Gerejapun sudah tahu, tetapi entah mengapa mereka berusaha menfitnah saya seperti ini?!. Tetapi saya tekadkan, bila betul pihak Gereja akan melaporkan saya ke polisi, akan saya buka semua fakta &amp; data yang saya miliki &amp; mungkin pihak Gereja akan saya tuntut balik dengan tuduhan pencemaran nama baik, penghinaan &amp; percobaan penganiayaan.</p>
<p>Khusus masalah penganiayaan saya bersama teman kerja di studio kecil kami, pernah beberapa kali hampir ditubruk sebuah mobil (yang saya tahu persis itu milik siapa) dibeberapa tempat ketika saya sedang berboncengan naik sepeda motor, tetapi Allah selalu melindungi hambanya yang telah bertobat ini, selalu upaya itu gagal, selalu saja kami bisa menghindar atau ada orang yang menolong kami ketika upaya tabrak lari itu terjadi. Saya serahkan semuanya kepada Allah SWT, Tuhan kita semua, Dialah yang Maha Tahu siapa yang benar &amp; siapa yang salah diantara hamba-hambanya. Saya masih menunggu tindakan hukum dari dusta mereka ini, sebab mereka sementara ini kehilangan jejak saya. Mungkin setelah mereka membaca kisah kesaksian  saya ini, mereka akan semakin gusar &amp; marah kepada saya, karena selain saya telah masuk Islam, saya juga mungkin dianggap telah membongkar beberapa rahasia-rahasia penting Gereja yang selama ini selalu ditutupi secara rapi, yang jangankan umat di luar Kristen, umat Kristiani sendiri banyak yang tidak mengetahui praktek-praktek tidak benar dalam beribadah yang saya utarakan di atas tadi.</p>
<p>Saya titip pesan kepada para sahabat setia saya di Gereja &amp; yayasan, supaya mereka memberikan sedikit pengertian kepada para pengurus Gereja untuk mengikhlaskan diri saya yang masuk Islam. Janganlah mencari-cari saya, karena segala urusan yang menyangkut asset Gereja yang pernah saya pegang sudah diselesaikan dengan baik. Juga agar tak timbul konflik dengan warga kampung atau umat Islam yang mengetahui kisah ini, saya takut ada pihak ketiga yang memanfaatkan kondisi ini untuk mengacau. Sebab masalah menyangkut agama itu sangat sensitif &amp; riskan sekali.</p>
<p>Sekian penuturan saya, saya bahagia dalam keislaman saya, walau hidup pas-pasan saya sangat mensyukurinya karena tidak ada kepalsuan dalam keimanan Islam saya. Alhamdulillah Allah itu Maha Pengasih &amp; Maha Penyayang, Allah telah memberi rejeki kepada saya &amp; keluarga pak tua, order mulai banyak walau nilai penghasilannya mungkin cuma 10% dari nilai pendapatan saya dulu di gereja. Tetapi saya sangat mensyukurinya.</p>
<p>Dikisahkan kembali oleh Rachmat Hidayat atau Paulus F. Tengker (nama Kristennya)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Kisah ini dinyatakan oleh yang bersangkutan kepada M. Donny Setiawan, ketika kami sedang berdiskusi &amp; membahas kisah kesaksian 4 mantan Gembala yang pernah diposting di kebenaran.net &amp; yesus.net. Atas permintaan yang bersangkutan dengan alasan keamanan dirinya &amp; orang-orang yang dekat dengannya, maka nama Mesjid, alamat Mesjid,  nama persisnya Gereja tempat beliau dulu bekerja, tempat kost sdr. Rachmat Hidayat (Paulus F. Tengker) kami rahasiakan, mohon dimengerti &amp; dimaklumi.</p>
<p>Sumber asli: http://sengkol.multiply.com/journal/item/7</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedusireng.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedusireng.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedusireng.wordpress.com&amp;blog=10504592&amp;post=7&amp;subd=wedusireng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/kesaksian-mantan-gembala-gereja-penginjil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/790e336bb7f916bb77ff99eb910ac502?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wedusireng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hidayah Karena Buku Seharga 3.000 (Mantan Dosen Teologi Kristen Masuk Islam)</title>
		<link>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/hidayah-karena-buku-seharga-3-000-mantan-dosen-teologi-kristen-masuk-islam/</link>
		<comments>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/hidayah-karena-buku-seharga-3-000-mantan-dosen-teologi-kristen-masuk-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 07:55:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wedusireng</dc:creator>
				<category><![CDATA[puji tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[bunda maria]]></category>
		<category><![CDATA[jesus]]></category>
		<category><![CDATA[kristus]]></category>
		<category><![CDATA[murtad]]></category>
		<category><![CDATA[pendeta]]></category>
		<category><![CDATA[salib]]></category>
		<category><![CDATA[tuhan]]></category>
		<category><![CDATA[yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/hidayah-karena-buku-seharga-3-000-mantan-dosen-teologi-kristen-masuk-islam/</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 10 Mei 2008 saya menghadiri sebuah pengajian umum. Tempatnya di Masjid al-Hidayah di Perumahan Griya Taman Asri di desa Tawangsari Kec. Taman Kab. Sidoarjo. Acara tersebut semacam &#8220;launching&#8221; sebuah masjid baru. Temanya pun disesuaikan dengan nama masjidnya, &#8220;Indahnya Mendapatkan Hidayah.&#8221; Dengan judul buletin yang &#8216;menggelitik&#8217; ini, saya semakin penasaran. Apa benar hanya dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedusireng.wordpress.com&amp;blog=10504592&amp;post=3&amp;subd=wedusireng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada tanggal 10 Mei 2008 saya menghadiri sebuah pengajian umum. Tempatnya di Masjid al-Hidayah di Perumahan Griya Taman Asri di desa Tawangsari Kec. Taman Kab. Sidoarjo. Acara tersebut semacam &#8220;launching&#8221; sebuah masjid baru. Temanya pun disesuaikan dengan nama masjidnya, &#8220;Indahnya Mendapatkan Hidayah.&#8221;<br />
Dengan judul buletin yang &#8216;menggelitik&#8217; ini, saya semakin penasaran. Apa benar hanya dengan buku kusam seharga 3 Ribu rupiah ini, sanggup menyia-nyiakan ilmu yang didapat seseorang, apalagi ilmu itu dia peroleh setelah belajar di banyak tempat di luar negeri.<br />
Selain ceramah, juga dibagikan selebaran. Untuk mempersingkat penjelasan, apa yang sudah ada di buletin, tidak akan saya tulis lagi.<span id="more-3"></span></p>
<p>Ceramah Muhammad Yusuf Muttaqin:<br />
Jawaban khas orang-orang Muslim jika ditanya tentang keadaannya adalah &#8220;alhamdulillah.&#8221; Tapi, dulu saya menjawabnya dengan &#8220;haleluyaa.&#8221; Saya dulu adalah mantan pendeta. Bukan hanya itu, saya ini dulunya gurunya pendeta. Ibu saya aktivis gereja katolik, sedangkan ayah saya orang kejawen yang selalu mengurusi KERIS. Ketika saya kuliah di UNMER Malang, saya pindah haluan menjadi Protestan. Bagi umat Kristiani, hal pindahnya aliran ini tidak jadi masalah. Yang jadi masalah adalah ketika seorang Kristen pindah agama.<br />
Konsep Tuhan dalam Kristen<br />
Menurut orang Kristen, Tuhan itu sulit dijangkau oleh pemikiran manusia (transcendent). Tuhan telah melakukan inkarnasi (IN=masuk, CARNAL=daging; jadi INKARNASI artinya masuk ke dalam daging). Tidak hanya rela menjadi manusia, tapi juga rela menderita menebus dosa manusia sampai lupa kalau diri-Nya adala Tuhan (kebablasan jadi manusia).<br />
Kalau Tuhan ingin menyelamatkan manusia, itu sangat mudah bagi-Nya karena Dia punya otoritas kalam.<br />
Urutan Penciptaan Dunia<br />
Bumi (Kej. 1:2) ==&gt; Tumbuhan (Kej. 1:11-12) ==&gt; Matahari (1:14-16)<br />
Ternyata matahari diciptakan belakangan. Ini membuktikan bahwa Bibel mendukung teori geosentris (bumi sebagai pusat tata surya).<br />
Syarat diwisuda<br />
Seorang sarjana seminari tidak akan diwisuda sebelum dia bisa mengkristenkan 10 orang. Dulu saya juga begitu. Dan saya ingin &#8216;menebusnya&#8217;. Sampai saat ini saya telah mengislamkan 4 orang. Jadi kurang enam.</p>
<p>Isi buletin:<br />
Hidayah Karena Buku Kecil Seharga 3 Ribu</p>
<p>Bergelut dengan dunia ilmu fenomena agama dan teologi ternyata membawa Mowo Purwito pada kebenaran sejati. Sebagai dosen di sekolah tinggi teologi, Mowo mengenal hidayah Islam September 2006 lalu. Setelah menuntut ilmu Teologi hingga Filipina don Eropa, keyakinan Mowo menjadi guncang gara-gara buku kecil yang harganya cuma Rp 3.000. Berikut penuturannya saat berkunjung ke PUSDA beberapa waktu lalu.</p>
<p>Meski menguasai fenomologi agama (ilmu tentang fenomena agama, Red.), sebenarnya saya tidak begitu mengenal Islam. Di bangku kuliah dulu sebenarnya saya belajar Islamologi (ilmu tentang Islam, Red.). Jumlahnya 4 SKS yang dibagi menjadi 2 (Islamologi I dan II), masing-masing 2 SKS. Namun, saya tidak begitu tertarik untuk mendalaminya. Saya lebih pilih mendalami fenomologi agama.<br />
Namun, saya lebih tahu tentang Islam ketika terpaksa mengajar Islamologi di kampus beberapa tahun yang lalu. Saat itu, dosen yang biasanya mengajar Islamologi meninggal dunia(1). Kemudian, pihak kampus menunjuk saya sebagai pengganti setelah melalui rapat rektor dengan para dosen.</p>
<p>‘Terpaksa’ Pelajari Islam<br />
Karena sudah menjadi kesepakatan, saya tidak bisa menolak. Saya pun segera membuka buku-buku mata kuliah Islamologi. Saya pun menghubungi istri mendiang dosen Islamologi untuk meminta diktat kuliah yang biasa beliau gunakan. Dengan bekal diktat itulah, saya mengajar Islamologi.<br />
Setelah satu semester berlalu, kemudian saya melaporkan hasil perkuliahan beserta nilai-nilai ujian mahasiswa. Saya merasa lega. Karena saya mengira setelah ini saya tidak lagi mengajar Islamologi. ‘Kan bakal ada dosen baru yang akan menggantikan dosen terdahulu. Sedang saya ‘kan hanya pengganti sementara. Pikir saya dalam hati.<br />
Namun, dugaan saya salah. Rektor justru malah meminta saya terus mengambil mata kuliah ini. “Daripada repot cari dosen baru yang sulitnya bukan main?” Begitu alasan yang dikemukakan rektor saat itu. Saya jadi kelabakan. Terpaksa, saya pun terus mengajar Islamologi.<br />
Selama itu, saya merasakan perkuliahan Islamologi ini terasa membosankan. Penyebabnya ternyata selama ini mata kuliah ini hanya membahas sejarah Islam dan aliran-aliran di dalamnya. Lalu, saya mencoba untuk merombaknya. “Bagaimana jika membahas Islam dari sisi konsep ketuhanannya? Mungkin lebih menentang dan menarik untuk dibandingkan dengan filosofi teologi yang saat ini saya pelajari.” Begitu pikir saya. Tak disangka, rektor pun mengizinkan. Bahkan, kampus bersedia membiayai bila saya ambil studi di bidang ini.<br />
Kemudian, saya mencari-cari buku-buku pelajaran agama Islam di sejumlah toko buku. Saya pikir kalau buku pelajaran agama dari SD hingga SMA punya standar yang baku. Setelah saya amati tidak ada yang membahas khusus tentang konsep ketuhanan. Kemudian saya mencari di puast penjualan buku-buku bekas di Jalan Mojopahit Malang. Dari sanalah saya menemukan sebuah buku kecil tentang asmaul husna dan sifat-sifat Allah. Harganya Rp. 3.000. “Itu bukunya anak SD, pak,” ucap sang penjual.<br />
Ternyata isinya membuat saya tersentak. Konsep ketuhanan dalam Islam mematahkan konsep teologi yang saya geluti selama ini. Salah satu sifat Allah—seperti yang disebut dalam buku itu—adalah mukholafatul lil hawaditsi. Artinya, mustahil bagi Allah menyerupai makhluk-makhluk-Nya. Selama ini saya memahami Tuhan itu melakukan reinkarnasi menjadi manusia di dunia untuk menolong dan menebus dosa anak Adam.<br />
Sifat lainnya yang membuat saya berpikir kreas adalah qiyamuhu bi nafsihi. Artinya, Allah berdiri sendiri dan tidak tergantung pada selain-Nya Jadi, sebenarnya Tuhan tidak perlu turun ke bumi; hanya untuk mengampuni dosa turunan dari Adam. Karena la Mahakuasa dan Maha Pengampun. Dengan segala kekuasaan dan keagungan-Nya, cukuplah la berfirman kun fayakun.<br />
Tidak cukup di situ. Kemudian, saya browsing di internet tentang konsep ini. Di sana saya banyak menemukan penjelasan yang lebih mendalam. Saya semakin bimbang. Lalu saya membuka-buka lagi bagaimana konsep ketuhanan di agama sebelumnya. Dan ternyata saya menemukan fakta bahwa sebenarnya Yesus ditetapkan sebagai Tuhan pada tahun 325 masehi. Itu pun melalui voting oleh para uskup pada waktu itu. Hal inilah yang mengguncang keyakinan saya. Bagaimana mungkin status tuhan ditentukan oleh sekelompok manusia?</p>
<p>Dianggap Gila dan Sering Diancam<br />
Akhirnya, pada 16 September 2006 saya mengucapkan dua kalimat syahadat. Konsekuensinya saya harus keluar dari kampus. Sebelumnya saya tinggal di kompleks kampus. Saya harus segera keluar. Saya pun kemudian menghubungi tokoh Islam dan MUI Kota Malang. Mereka pun menyambut dengan balk kehadiran saya. Mereka menyarankan saya untuk pindah ke luar kota. Saya pun pindah keluar kota Malang.<br />
Sejak itu, saya sering mendapat cemoohan clan ancaman. Mana mungkin seorang teolog bisa murtad? Begitu pikir mereka. Keislaman saya ini menjadi tema seminar (2) di Surabaya. Kesimpulannya: saya dianggap mengalami gangguan kepribadian. Saya sempat memprotes ketua panitia. Mestinya saya diundang di acara itu. Akan saya beberkan secara ilmiah keyakinan saya ini. Begitu ucap saya saat menelepon ketua panitia diskusi beberapa hari setelah acara itu. Sampai sekarang saya masih sering menerima SMS liar. Misalnya, “Apa kamu masih betah jadi orang Islam?” (3) Saya tidak terlalu menggubris hal-hal semacam ini.<br />
Pun, keluarga saya juga mengalami keguncangan. Istri sempat mencemooh. Saya mau dibawanya ke psikiater. Saya dianggap gila. Penentangan keras datang dari anak kedua (usia SMU). Sebab, dia memang paling aktif beribadah. Dia juga aktif sebagai altar boy (pendoa di rumah ibadah, Red.).<br />
Saya memaklumi sikap mereka, baik rekan maupun keluarga. Sebab, saya termasuk punya posisi penting. Namun, saya memohon kepada Allah swt. agar keluarga saya juga mendapat hidayah Islam. Dan ternyata Allah swt. mengabulkan doa saya. Satu persatu istri dan ketiga anak saya bergabung dengan saya bersama dalam risalah Nabi Muhammad saw. ini.</p>
<p>Saatnya Umat Islam Bersatu Padu<br />
Saat ini saya beraktivitas sebagai pengajar/dosen tamu di sejumlah perguruan tinggi Islam. Saya juga sering jadi pembicara di beberapa diskusi keislaman dan perbandingan agama. Selain itu, saya sedang menyusun buku. Di buku ini, saya jelaskan tentang konsep ketuhanan yang benar dan yang tidak rasional. Di sini saya sengaja tidak terlalu banyak menggunakan ayat-ayat Al Quran. Saya memakai pendekatan dogmatis. Sebab, menurut saya metode ini lebih efektif. Mudah-mudahan bermanfaat bagi umat yang ingin memahami konsep ketuhanan yang benar.<br />
Di satu sisi saya bahagia bisa memeluk Islam. Sebuah kenikmatan yang sangat besar bisa merasakan hidayah Allah berupa iman kepada-Nya. Namun di sisi lain saya prihatin dengan konsep dakwah Islam Saya melihat umat Islam belum bersatu-padu dalam misi dakwah. Ukhuwah Islamiyah kita masih dalam tataran teori.<br />
Saya juga aktif dalam mengembangkan program pembekalan bagi dai, terutama di daerah pedalaman yang rawan pendangkalan. Sebab, saya rasa hal ini kurang diperhatikan umat Islam. Saya lihat program-program umat Islam lebih banyak porsi perbaikan fisik saja, misalnya pembangunan masjid. Kalau yang saya alami dulu, program Christian revival (semacam program dakwah, Red.) lebih besar porsinya daripada fisik. Sebagian besar dana dialokasikan untuk menyokong para misionaris. Mulai dari kebutuhan pribadi, keluarga hingga pembinaan dan pembekalan keilmuan. Bahkan, fasilitas teknologi seperti alat komunikasi dan internet juga disediakan. Sehingga, tugas ‘dakwah’ misionaris semakin optimal. Di sinilah keunggulan mereka dibanding umat Islam. (oq)</p>
<p>Catatan:<br />
1) Namanya Bapak Wagiono Ismail<br />
2) Menurut penuturan beliau, seminar diadakan di Jl. Diponegoro di sebuah gereja yang ciri-cirinya ada dua gereja yang berhadap-hadapan. Saya belum sempat mengecek kebenarannya. Temanya &#8220;MENGAPA DOSEN TEOLOGI BISA MURTAD?&#8221;. Penyelenggaranya bernama Jonathan.<br />
3) Beliau menjawab SMS ini &#8220;SANGAT BETAAAAAAH SEKALI&#8221; lalu beliau bertanya balik &#8220;APAKAH KAMU JUGA MASIH BETAH JADI ORANG KRISTEN?&#8221; dan orang yang beliau kirimi SMS tidak kunjung menjawab.</p>
<p>Curriculum Vitae</p>
<p>Nama lengkap : Drs. Mowo Purwito R., Dip. HRD, S.Th, MAR<br />
Nama Islam : Muhammad Yusuf Muttaqin<br />
Tempat/Tgl lahir : Situbondo, 28 Oktober 1965<br />
Tanggal masuk Islam : 16 September 2006<br />
Status pernikahan : Menikah (1 istri, 3 anak)</p>
<p>Pendidikan:<br />
- S1 FISIP Universitas Merdeka Malang lulus 1988<br />
- Diploma Human Resources Development, Institut Makmur Klang, Malaysia th 1993<br />
- Sarjana Theologia (S.Th) Seminari Alkitab Nusantara Malang<br />
- Master of Art in Religion (MAR) Nazarene Bible Seminary Manila, Philiphina, seharusnya diwisuda Februari 2007 (tidak jadi karena hijrah agama)<br />
- Global Mission Training di Christ Church, New Zealand, 2003<br />
- Christianity Development Training, Narita, Jepang 2003<br />
- Gospel Didactic Course, Singapore, 2004.<br />
- Mission &amp; Pluralism (Block Teaching), Manila, Philiphina, 2004<br />
- Unity of Body Christ Workshop, Methodist Curch, Sydney, Australia, 2004<br />
- Rural Christianity Development Training, Bangkok, Thailand, 2005<br />
- Christian Leadership Workshop, Singapore 2005</p>
<p>Pengalaman Kerja/Keorganisasian<br />
- Mantan pendeta (ditahbiskan di GKIN) dan Dosen di Seminari Alkitab Nusantara Malang dan beberapa seminari di Indonesia<br />
- On Job Mission for Christianity Reviva, Frankfrut, Bremen, Hamburg (Jerman) tahun 2002-2003<br />
- Mantan Ketua Departemen Pengembangan Kristiani (Christianity Development) Sinode Gereja Kristen Injili Nusantara (GKIN), 2002-2006<br />
- Mantan Wakil Sekretaris DPC Partai Damai Sejahtera (PDS) Kota Malang, merangkap sebagai Ketua Kaderisasi (periode 2004-2009) dan Tim Perumus Kebijakan DPW PDS Jawa Timur<br />
- Mantan Ketua Departemen Pengembangan Spiritualitas Yong Men&#8217;s Christian Association (YMCA) Indonesia, 2002-2007<br />
- Mantan Anggota Tim Pengembangan Pemikiman Kristiani Indonesian Rural Christianity Ministry (IRCM)<br />
- Mantan Pengurus LSM Kristiani &#8220;Nation Care for Indonesia&#8221;<br />
- Pemimpin Redaksi Buletin Nafiri Nusantara, STT Nusantara.<br />
- Mantan Narasumber di berbagai organisasi Kristen</p>
<p>Pekerjaan Sekarang<br />
- Kristolog dan Pemerhati Masalah Sosial &amp; Agama<br />
- Dosen part-timer kristologi dogmatika, misiologi, sosiologi agama, fenomenologi agama di berbagai perguruan tinggi Islam/Pondok Pesantren</p>
<p>Sertifikat<br />
Mendapat sertifikat dari Fuller Housing Ministry, California, 2006 untuk terjun pada pelayanan Christianity Development, di Lousiana, USA, yang seharusnya berangkat bersama keluarga bulan Desember 2006 (dibatalkan karena pindah agama).</p>
<p>Sumber:</p>
<p>http://kahficom.blogspot.com/2008/05/hidayah-karena-buku-seharga-3000-mantan.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wedusireng.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wedusireng.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wedusireng.wordpress.com&amp;blog=10504592&amp;post=3&amp;subd=wedusireng&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wedusireng.wordpress.com/2009/11/15/hidayah-karena-buku-seharga-3-000-mantan-dosen-teologi-kristen-masuk-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/790e336bb7f916bb77ff99eb910ac502?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wedusireng</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
